10 Kesalahan Yang Cenderung Dilakukan Oleh Photographer Pemula – Photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Photography termasuk dalam seni yang indah, dan sangat banyak orang yang mendalami seni photography ini, tentu saja jenis photography yang disukai setiap orang itu berbeda beda. Karena sifat photography yang merupakan salah satu benuansa sangat indah, maka semakin banyak orang yang ingin mempelajarinya, tidak ada orang yang langsung mahir dalam melakukan sesuatu, karena sesuatu itu butuh proses. Kali ini kita akan membahas tentang kesalahan para pemula photography

Baca Juga :


Berikut 10 Kesalahan Yang Cenderung Dilakukan Oleh Photographer Pemula :

1. Selalu menempatkan Subjek / Objek pada posisi tengah.
Entah subjek berupa manusia, benda mati, landscape yakni horizon yang persis ditengah akan membuat gambar nampak boring. Rule of third sangat baik digunakan untuk menghindari area tengah dan menghasilkan gambar lebih proporsional.

2. Mempunyai pikiran bahwa dengan adanya peralatan yang mewah saja bisa menghasilkan gambar yang bagus.
Cenderung seorang pemula selalu mempunyai pikiran seperti itu, menggunakan peralatan seadanya kemudian hasilnya tidak memuaskan dan berkata : “Ini pengaruh camera / lensa, andai saja aku mempunyai yang lebih berkualitas .”. Pemikiran seperti itu salah, itu tidak tergantung dengan peralatan mewah, Pernahkah anda melihat seorang photographer professional hanya menggunakan kamera saku tetapi hasilnya sangat memuaskan?. Maka dari itu jika ingin menghasilkan foto yang bagus, giatlah berlatih dan belajar, percuma jika kamu mempunyai peralatan bagus / mewah tapi buta dalam menggunakannya.

3. Jarang menggunakan kamera
Setajam apapun pisau tidak akan beranfaat jika tidak digunakan. Sebaik/secanggih apapun kamera tidak akan bermanfaat jika kita tidak pernah menggunakannya. Secara rutin gunakanlah kamera paling tidak 10 menit setiap hari. Hal ini akan melatih kemampuan kita dan tentu saja tetap menjaga minat kita dalam fotografi.

4. Tidak memperhatikan area background
Background merupakan bagian dari sebuah gambar. Menarik atau tidaknya sebuah gambar juga sangat bergantung pada area background dan area foreground, middle maupun background perlu mendapat perhatian tanpa pengecualian. Dalam photography landscape misalnya background sangat berperan, contoh langit biru akan menghasilkan gambar lebih menarik daripada langit kegelapan/berwarna suram, atau foto portrait dengan bokeh lembut pada bagian background, subjek akan tampil lebih menarik. Hindari background yang semrawut, untuk subjek portrait warna background usahakan lebih gelap daripada subjek.

5. Subjek yang kurang menonjol
Kita mungkin tidak sengaja menempatkan benda-benda / elemen-elemen yang tidak perlu ke dalam frame. Parahnya lagi elemen tersebut tampil tajam dan mampu mengacaukan perhatian viewer sehingga pandangan tidak langsung tertuju ke subjek. Untuk menonjolkan subjek kita perlu memahami tentang depth of field dan bokeh. Penggunaan aperture lebar, memperjauh jarak subjek ke background, dan penggunaan lensa tele akan mempersempit area tajam/DOF sehingga subjek dengan sendirinya akan lebih menonjol, bukan area lain didalam gambar.

6. Hanya berkonsentrasi pada subjek
Pada no.4 kita telah membaca kesalahan yaitu “subjek kurang menonjol”. Tapi itu bukan berarti kalian hanya harus berfocus pada subjek, ada banyak sudut yang bisa kita gunakan untuk fotografi, sudut lurus, sudut samping, bawah dan atas. Gambar yang diambil lurus dari depan seringkali nampak kaku apalagi subjek tidak mengerti pose portrait. Hanya berkonsentrasi pada subjek tanpa mempertimbangkan area sekitar seperti background maupun foreground, serta sudut yang bervariasi tidak akan menghasilkan gambar yang lebih baik. Jadi penting untuk bereksperimen serta mengubah sudut pandang.

7. Menggunakan full auto
Salah satu kelebihan kamera DSLR dibandingkan kamera saku adalah settingan manual konfigurasi pada kamera seperti ISO, Shutter Speed, Aperture, Metering dan penyetingan focus. Jika ada banyak hal yang bisa dipelajari dalam DSLR, kenapa harus menggunakan full auto?. Pelajari cara kerja fiturnya, ISO untuk apa, Shutter Speed untuk apa, dan Aperture untuk apa, bagaimana agar bisa menghasilkan gambar yang tajam, natural, dan pelajari teori komposisinya.

8. Tidak merubah setting
Setiap kondisi akan memerlukan setting kamera yang berbeda-beda untuk menanganinya. Misal dalam kondisi outdoor dari pagi sampai sore hari tentu pencahayaan akan berbeda, dan kita perlu menyesuaikannya. Pemilihan white balance juga sangat bergantung dari sumber cahaya apakah itu cahaya alami, cahaya lampu, atau cahaya lilin yang semuanya tentu berbeda. Kita juga bisa bereksplorasi dengan bukaan aperture untuk melihat perbedaan luas dan sempitnya area tajam.

9. Tidak menggunakan orientasi vertikal
Pemula seringkali menggunakan orientasi horizontal, dan sangat jarang menggunakan orientasi vertikal. Padahal banyak sekali subjek yang sesuai dibingaki dalam orientasi vertikal. Bentuk manusia yang meninggi/gedung yang meninggi dll.

10. Kurang memahami mode kamera
Pada kamera baik canon maupun nikon terdapat panel mode yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Baik mode manual, mode semi manual serta otomatis. Mode Aperture priority dilambangkan dengan AV(Aperture Value) akan mengijinkan kita merubah Aperture dan shutter speed akan mengikuti, sedang mode Tv(Time Value) akan mengijinkan kita merubah shutter speed dan aperture akan menyesuaikan. Terdapat juga beberapa mode lain yang memiliki karakteristik sendiri-sendiri misalkan mode landscape akan meningkatkan saturasi warna, mode night landscape akan otomatis menggunakan shutter speed lebih lambat agar lebih banyak cahaya yang memasuki sensor dll.

Sekian 10 Kesalahan Yang Cenderung Dilakukan Oleh Photographer Pemula.

BAGIKAN