7 Hasil Kekayaan Laut Indonesia dengan Nilai Jual Tinggi – Indonesia yang merupakan negara maritim yang pastinya mempunyai wilayah perairan yang sangat luas untuk dikelola oleh masyarakatnya. Sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbahagia karena kita semua bisa hidup  sejahtera dengan hasil bumi yang dimiliki Indonesia. Apabila kita berbicara tentang sektor kelautan, bukan rahasia lagi bahwa banyak sekali kapal asing yang ingin mengambil hasil kekayaan laut Indonesia setiap tahunnya. Sehingga banyak terjadi illegal fishing di setiap wilayah. Oleh sebab itu, menteri perikanan ibu Susi Pudjiastuti mengambil tindakan untuk menenggelamkan kapal asing yang hendak mencuri ikan di sekitar perairan indonesia.

Dengan adanya hasil kekayaan laut Indonesia yang melimpah nan tidak ternilai, percaya atau tidak, kalau nelayan yang tinggal di pulau-pulau kecil itu bisa hidup sejatera hanya dengan melaut saja. Seperti yang dirangkum di bawah ini, beberapa hasil laut yang harga jualnya selangit di luar negeri :

7 Hasil Kekayaan Laut Indonesia dengan Nilai Jual Tinggi

Ikan Sidat

ikan sidat
ikan sidat

Mungkin masih belum banyak masyarakat yang mengenal jenis ikan ini ya… namun ikan sidat sudah terkenal di kalangan pecinta ikan di mana bentuknya serupa dengan belut dan mempunyai sirip di bagian kepalanya. Ikan sidat gampang beradaptasi di habitat baru selama air tempat tinggalnya bersifat payau baik itu air laut asli maupun air tawar yang telah diberi campuran.

Ikan sidat, bagi masyarakat Jepang biasanya disebut unagi, merupakan jenis ikan air tawar yang masih satu keluarga dengan belut. Masyarakat Jepang mengkonsumsi ikan sidat ini sebagai salah satu sumber protein karena kandungan gizi yang tinggi pada ikan sidat ini. Namun begitu, Jepang masih mengimpor ikan sidat tersebut dari negara lain yang membudidayakan ikan sidat ini karena jumlah produksi ikan sidat di Jepang tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan konsumsinya.

Terdapat berbagai banyak cara untuk membudidayakan ikan sidat, salah satunya adalah membudidayakannya di kolam terpal yang bisa anda lakukan bahkan di lahan yang sempit sekalipun. Untuk mendapatkan benih ikan sidat, ingat ya… bukan ikan sidat dewasa, kita harus membutuhkan dana sekitar 2,5 – 7 jutaan rupiah per kilogramnya.

Budidaya Ikan Sidat di Kolam Terpal

  1. Kolam Terpal

Ukuran kolam terpal yang ideal sekitar 2 x 7 x 0.7 meter. Karena habitat asli dari ikan sidat merupakan perairan sungai, maka kita bisa menggunakan pompa untuk membuat air mengalir dengan lancar dari kolam tersebut. Sebaiknya kita membuat kolam dengan kedalaman 40 cm dengan menambahkan oksigen dengan pompa udara yang mempunyai 12 lubang untuk budidaya ikan sidat di kolam terpal ini.

  1. Pakan

Untuk pakan, anda bisa memilih salah satu di antara beberapa jenis pakan untuk budidaya ikan sidat di kolam terpal ini seperti udang hidup, kepiting hidup bahkan cacing tanah atau bisa juga memberikan pelet dengan kandungan protein 1ml.

  1. Panen

Masa panen untuk budidaya ikan sidat di kolam terpal ini cukup lama yaitu sekitar 2 tahun untuk diekspor ke Jepang dan 1-1,5 tahun untuk konsumsi dalam negeri.

Dengan membudidayakan ikan sidat ini, para petani ikan sidat ini bisa memperoleh keuntungan yang berlimpah di mana, menurut informasi yang didapatkan, harga jual ikan sidat cukup tinggi bisa mencapai 1,7 jutaan rupiah per kilo. Apalagi kalau bisa ekspor ke luar negeri , bisa mendapat pemasukan hingga mencapai puluhan juta rupiah. Menarik Bukan?

Teripang Kering

teripang kering
teripang kering

Sebagai salah satu komoditas ekspor yang memiliki prospek cerah, teripang atau ketimun laut yang digolongkan ke dalam kelas holothuridea adalah salah satu di antara hewan laut yang bisa dimakan dan bahan ekspor dalam bentuk kering maupun asapan karena karena permintaannya yang semakin besar.

Disebabkan oleh produksi teripang yang berasal dari hasil penangkapan para nelayan di alam yang sumber dayanya semakin terbatas, maka budi daya teripang ditempuh untuk memenuhi volume permintaan pasar yang membludak. Masyarakat pantai bisa membudidayakan teripang, khususnya teripang pasir (holothuria scabra) ini karena teknik budidayanya yang cukup sederhana dan investasi yang relatif kecil.

Dalam membudidayakan teripang pasir ini, kita perlu mengetahui sifat biologis nya di mana teripang pasir ini hidup pada habitat pasir atau lumpur yang ditumbuhi tumbuhan lamun pada kedalaman yang relatif dangkal dan mengambil makanan yang ada di sekitarnya (filter feeder) maupun tubuhnya yang elastic sehingga mudah meluruskan diri melalui celah-celah yang sangat sempit. Oleh karena itu, wadah yang cocok untuk budi daya teripang pasir ini adalah kurung tancap (hampang) setinggi 2 meter.

Untuk pemilihan lokasi, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan teripang ini :

  1. Dasar perairan terdiri dari pasir, pasir berlumpur, berkarang dan ditumbuhi tanaman lamun (rumput lindung)
  2. Terlindung dari angin kencang dan arus atau gelombang yang kuat
  3. Tidak Tercemar dan bukan daerah konflik serta mudah dijangkau
  4. Kedalaman lokasi antara 50-150 cm pada saat surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna
  5. Mutu air : Salinitas antara 24 – 33 ppt, Kecerahan antara 50 – 150 cm dan Suhu antara 25 – 30 °C.

Bahan yang diperlukan untuk membuat kurung tancap adalah balok berukuran 5 x 7 x 200 cm, waring nilon dengan ukuran matanya 0,2 cm, tali ris dari nilon, tali pengikat atau paku anti karat dan papan yang tahan air. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan kurung tancap (hampang) ini adalah :

  1. Tiap dipancang pada dasar perairan air sedalam 0,5m
  2. Bagian tiang yang berada di atas permukaan air merupakan tempat untuk melekatkan waring
  3. Waring yang telah dilengkapi dengan tali ris disambung dengan papan
  4. Papan yang telah disambung dengan waring dibalut lalu ditanam ke dalam lumpur dengan kedalaman 30 cm
  5. Bila tidak ada papan bagian ujung waring ditanam ke dalam lumpur sedalam 30 cm kemudian bagian ujungnya dibelokkan ke dalam sepanjang 15 cm
  6. Ukuran kurung tancap disesuaikan dengan kebutuhan

Untuk benih teripang, dipilih yang seragam baik jenis maupun ukuran, tubuhnya berisi dan tidak cacat, hindari benih yang diangkut dalam waktu lebih dari 1 jam dan dalam keadaan bertumpuk (padat) serta mengeluarkan cairan berwarna kuning dan sebaiknya diangkut pada pagi ataupun malam hari dengan keadaan suhu rendah dan menggunakan wadah yang berisi substrat pasir khususnya pada sistim pengangkutan terbuka.

Teknik Budidaya teripang kering

  1. Benih teripang dengan berat awal 40-60 g di tebar ke dalam kurung tancap dengan kepadatan 5 – 6 ekor per meter persegi
  2. Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari dalam keadaan suhu rendah
  3. Sebelum benih ditebar ke dalam kurung tancap, adaptasi terlebih dahulu agar dapat diketahui vitalitas maupun jumlah benih
  4. Selama pemeliharaan diberikan kotoran ayam atau kotoran ayam yang dicampur dedak halus sebanyak 1 ons per meter persegi setiap seminggu sekali. Kotoran ayam yang dicampur dedak halus harus dicampur dengan air bersih dan diaduk merata sebelum ditebar agar supaya tidak hanyut atau terapung dan lakukan pada saat air surut.
  5. Pada sistim ini, teripang yang dipelihara tidak tergantung dari pakan buatan karena teripang tersebut berada pada habitat aslinya. Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk untuk merangsang pertumbuhan diatom yang merupakan makanan utama teripang
  6. Masa pemeliharaan selama 4-5 bulan.

Dalam waktu 4 – 5 bulan, teripang dengan ukuran konsumsi dengan berat sekitar 300 – 500 g siap dipanen pada saat air surut terendah dan dilakukan beberapa kali karena banyak teripang yang membenamkan diri ke dalam pasir atau lumpur. Pengecekan pada saat air pasang, di mana teripang senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang, untuk mengecek apakah teripang sudah terpanen semuanya.

Pengolahan teripang tidak sama seperti komoditas perikanan lainnya karena teripang tidak dikonsumsi dalam bentuk segar atau dalam bentuk apapun. Isi perut teripang dibersihkan terlebih dahulu dengan cara menusuk-nusukkan lidi pada bagian anusnya dan bagian perutnya dibelah sepanjang lebih kurang 5 – 10 cm (sesuaikan dengan ukuran teripang) untuk mengeluarkan isi perut yang masih tersisa serta dibilas dengan air bersih. Setelah itu, rebuslah teripang selama 30 menit sampai matang. Rendamlah teripang dengan NaOH, KOH dan CaCO3 atau dengan bahan alami seperti parutan papaya muda selama 1 jam untuk membersihkan kulit teripang dan lakukan pengeringan atau pengasapan untuk mengurangi kandungan airnya.

Teripang, salah satu hasil laut Indonesia yang mempunyai khasiat tinggi, sangat ampuh mengobati beragam macam penyakit selain digunakan sebagai bahan makanan. Rasa enak dan khasiat tinggi yang membuat harganya sangat mahal di mana harganya bisa mencapati 200 ribu sampai 3 juta rupiah per satu kilogram tergantung kualitas teripang tersebut.

Ikan Napoleon

ikan napoleon
ikan napoleon

Ikan napoleon, dikenal oleh masyarakat desa Air Sena dengan nama ikan ketipas, adalah hasil laut yang selalu diburu oleh nelayan asing di perairan Indonesia, khususnya kapal Hong Kong yang etnis tionghoanya menganggap ikan ini dapat membawa keberuntungan sehingga penyajiannya menjadi wajib di hari besar tertentu.

Besarnya permintaan akan ikan napoleon yang menyebabkan harganya naik tajam membuat masyarakat desa Air Sena membudidayakan ikan napoleon ini di mana setiap rumah memiliki sedikitnya tiga hingga empat kolam karamba yang terbuat dari jaring ikan dua lapis yang diletakkan di dasar laut dan ditegakkan dengan batang kayu.

Untuk membudidayakan ikan napoleon sangatlah mudah karena ikan napoleon tahan terhadap beragam jenis penyakit dan tahan tidak makan selama 25 hari. Makanan untuk jenis ikan ini tidak perlu penanganan khusus, hanya rutin diberi makan sehari tiga kali dengan ikan-ikan kecil yang sudah dikeringkan.

baca juga : 25 Manfaat dan khasiat konsumsi ikan kakap bagi kesehatan tubuh

Bagi masyarakat Hongkong dan Singapura, ikan napoleon merupakan ikan yang prestise sehingga tidak sembarang orang dapat memakannya yang menyebabkan harga jual ikan napoleon bisa tembus di kisaran 600 ribu sampai 1 juta rupiah per kilo nya.

Ikan Kerapu

ikan kerapu
ikan kerapu

Jenis ikan ini, dengan nama latinnya epinephelus, merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai prospek cerah dalam pasar domestik maupun pasar internasional di mana harganya lumayan cukup tinggi sehingga masyarakat membudidayakan ikan kerapu ini untuk melayani permintaan pasar ikan kerapu dalam keadaan hidup.

Budi daya ikan kerapu ini membutuhkan waktu kurang lebih delapan bulan untuk masa tabur benih hingga panen. Dimulai dari pemilihan induk ikan kerapu, pemijahan ikan kerapu, penetasan telur ikan kerapu hingga pemeliharaan dan perkembangan larva ikan kerapu.

Pemilihan Induk Ikan Kerapu

Induk ikan kerapu yang dipijahkan dipelihara dalam kurungan apung di laut dengan kepadatan penebaran induk 7,5 – 10 kg per meter kubik. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah segar berkadar lemak rendah. Di luar pemijahan ikan, takaran pakan yang diberikan sebesar 3-5% dari total berat badan ikan per hari. Sedangkan pada musim pemijahan diturunkan menjadi 1% di samping itu diberikan pula vitamin E dengan dosis 10-15 mg per ekor dalam seminggu.

Pemijahan Ikan Kerapu

Induk kerapu matang kelamin dipindahkan ke bak pemijahan yang sebelumnya telah diisi air laut bersih dengan ketinggian 1,5 m dan salinitas +32. Manipulasi lingkungan dilakukan menjelang bulan gelap yaitu dengan cara menaikkan dan menurunkan permukaan air setiap hari. Mulai jam 09.00 sampai jam 14.00 permukaan air diturunkan sampai kedalaman 40 cm dari dasar bak. Setelah jam 14.00 permukaan air dikembangkan ke posisi semula (tinggi air 1,5 m). Perlakuan ini dilakukan terus menerus sampai induk memijah secara alami. Rangsangan hormonal induk kerapu matang kelamin disuntik dengan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HGG) dan Puberogen untuk merangsang terjadinya pemijahan. Takaran hormon yang diberikan adalah :

HGG 1.000 – 2.000 IU/kg induk  Puberogen 150 – 225 RU/kg induk Pengamatan pemijahan ikan dilakukan setiap hari setelah senja sampai malam hari. Pemijahan umumnya terjadi pada malam hari antara jam 22.00 – 24.00 WIB. Diduga musim pemijahannya terjadi 2 kali bulan Juni -September dan bulan Nopember – Januari. Bila diketahui telah terjadi pemijahan, telur segera dipanen dan dipindahkan ke bak penetasan.bak pemeliharaan larva.

Penetasan Telur Ikan Kerapu

Bak yang dipergunakan untuk penetasan telur dan pemeliharaan larva, terbuat dari beton, berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 4 x 1 x 1 m. Tiga hari sebelum bak penetasan/bak pemeliharaan larva digunakan, perlu dipersiapkan dahulu dengan cara dibersihkan dan dicuci hamakan memakai larutan chlorine (Na OCI) 50 – 100 ppm. Setelah itu dinetralkan dengan penambahan larutan Natrium thiosulfat sampai bau yang ditimbulkan oleh chlorine hilang. Air laut dengan kadar garam 32 dimasukkan ke dalam bak, satu hari sebelum larva dimasukkan dengan maksud agar suhu badan stabil berkisar antara 27 – 28 °C. Telur hasil pemijahan dikumpulkan dengan sistim air mengalir. Telur yang dibuahi akan mengapung di permukaan air dan berwarna jernih (transparan). Sebelum telur ditetaskan perlu direndam dalam larutan 1 – 5 ppm acriflavin untuk mencegah serangan bakteri. Kepadatan penebaran telur di Bak Penetasan berkisar 20 – 60 butir/liter air media. Ke dalam bak penetasan perlu ditambahkan Chlorella sp sebanyak 50.000 -100.000 sel/ml untuk menjaga kualitas air. Telur akan menetas dalam waktu 18 – 22 jam setelah pemijahan pada suhu 27 – 28 °C dan kadar garam 30 – 32.

Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu

Larva ikan kerapu yang baru menetas mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur. Pakan ini akan dimanfaatkan sampai hari ke 2 (D2) setelah menetas dan selama kurun waktu tersebut larva tidak memerlukan dari luar. Umur 3 hari (D3) kuning telur mulai terserap habis, perlu segera diberi pakan dari luar berupa Rotifera Brachionus Plicatilis dengan kepadatan 1 – 3 ekor/ml. Disamping itu ditambahkan pula Phytoplankton chlorella sp dengan kepadatan antara 5.10 – 10 sel/ml. Pemberian pakan ini sampai larva berumur 16 hari (D16) dengan penambahan secara bertahap hingga mencapai kepadatan 5 – 10 ekor/ml plytoplankton 10 – 2.10 sel/ml media. Pada hari kesembilan (D9) mulai diberi pakan naupli artemia yang baru menetas dengan kepadatan 0,25 – 0,75 ekor/ml media. Pemberian pakan naupli artemia ini dilakukan sampai larva berumur 25 hari (D25) dengan peningkatan kepadatan hingga mencapai 2 – 5 ekor/ml media. Disamping itu pada hari ke tujuh belas (D17) larva mulai diberi pakan Artemia yang telah berumur 1 hari, kemudian secara bertahap pakan yang diberikan diubah dari Artemia umur 1 hari ke Artemia setengah dewasa dan akhirnya dewasa sampai larva berumur 50 hari. Skema jenis dan pemberian pakan larve kerapu dapat dilihat pada Gambar 3. Pemberian pakan dengan cincangan daging ikan mulai dicoba pada saat metamorfosa larva sempurna menjadi benih ikan kerapu.

Perkembangan Larva Ikan Kerapu

Larva yang baru menetas terlihat transparan, melayang-melayang dan gerakannya tidak aktif serta tampak kuning telur dan oil globulenya. Larva akan berubah bentuk menyerupai kerapu dewasa setelah berumur 31 hari.

Adapun perkembangan larva kerapu dari umur 1 hari (D1) sampai umur 31 hari (D31) dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Hari ke Tahap Perkembangan Panjang (mm)
D1 Larva baru menetas transparan, melayang dan tidak aktif. 1,89 – 2,11
D3 Timbul bintik hitam di kepala dan pangkal perut. 2,14 – 2,44
D7-8 Timbul calon sirip punggung yang keras dan panjang. 7,98 – 8,96
D9-11 Timbul calon sirip punggung yang keras dan panjang. 15,88 – 17,24
D15-17 Duri memutih, bagian ujung agak kehitaman 17,2 – 18,6
D23-26 Sebagian duri mengalami reformasi dan patah, pada bagian ujung tumbuh sirip awal lunak 20,31 – 22,64
D29-31 Sebagian larva yang pertumbuhannya capat telah berubah menjadi burayak (juvenil), bentuk dan warnanya telah menyerupai ikan dewasa. 22,40 – 23,42

 

Masa kritis kedua dijumpai pada waktu larva berumur 8 hari (D8) memasuki umur 9 hari (D9), di mana pada saat itu mulai terjadi perubahan bentuk tubuh yang sangat panjang dan spesifik, sampai pada hari ke 20 (D20) larva berkembang dengan baik dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda kematian, akan tetapi memasuki hari ke 22 (D22), 23 (D23) sebagian dari larva baik yan masih kecil maupun yang sudah besar mulai nampak adanya kematian. Diawali dengan adanya gerakan memutar (whirling) yang tidak terkendali kemudian terbalik lalu mati. Pada kasus tersebut diupayakan dengan cara merubah pakan Artemia dengan kandungan W3 HUFA yang lebih tingi. Dari kasus ini tentunya dapat diajukan suatu hepotesa sementara bahwa kurannya unsur tertentu pada larva kerapu dalam waktu yang cukup lama akan mempengaruhi kondisi fisik dan kelangsungan hidup larva.

Pengolahan Kualitas Air untuk ikan kerapuh

Bak penetasan telur yang sekaligus merupakan bak pemeliharaan larva perlu dijaga kualitas airnya dengan penambahan phytoplankton Chlorella, dengan kepadatan 5.10 3 – 10 4 sel/ml. Phytoplankton akan meminimalisir pembusukkan yang ditimbulkan oleh telur yang tidak menetas dan sisa cangkang telur yang ditinggalkan. Pembersihan dasar bak dengan cara penyiponan dilakukan pada hari pertama dengan maksud untuk membuang sisa-sisa telur yang tidak menetas dan cangkang telur. Penggantian air dilaksanakan pertama kali pada saat larva berumur 6 hari (D6) yaitu sebanyak 5 – 10%. Penggantian air dilakukan setiap hari dan dengan bertambahnya umur larva, maka volume air yang perlu diganti juga semakin banyak. Pada saat larva telah berumur 30 hari (D30) pengganti air dilakukan sebanyak 20% dan bila larva telah berumur 40 hari (D40) air yang diganti sebanyak 40%. Prosentase pengantian air selama pemeliharaan larve kerapu dapat dilihat pada gambar 4.

Untuk jenis kerapu yang biasa, kita bisa merogoh kocek sekitar Rp 350 ribu per kilogram. Sementara untuk jenis tertentu, harganya bisa dibilang sangat tidak logis. Penurut para pengamat, harga satu ekor kerapu bebek di pasaran asing saat ini bisa mencapai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Itulah mengapa di banyak karamba nelayan pastilah terdapat ikan jenis ini.

Ikan Tuna Sirip Kuning

ikan tuna sirip kuning
ikan tuna sirip kuning

Ikan Tuna Sirip Kuning atau biasa dikenal dengan nama yellowfin dan banyak ditemukan di kabupaten Halmahera Utara merupakan primadona karena nilai jual nya bisa mencapai 1,2 juta rupiah per kilogramnya. Alangkah beruntungnya bila nelayan Indonesia berhasil memancingnya.

Pada Tanggal 21 Januari 2015, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut di Gondol, Bali pernah melakukan pemijahan ikan tuna sirip kuning dengan menggunakan keramba jaring apung, tempat sekitar 500.000 telur ikan tuna sirip kuning ini dipijahkan, dengan diameter pelampung 50 meter dan ukuran mata jaring 2.5 inchi dan kedalaman jaring 9 meter. Calon induk ikan tuna sirip kuning diperoleh dari perairan laut Bali Utara dengan ukuran 0,5 – 1 kilogram dan diberi pakan berprotein tinggi, berupa ikan laying dan cumi-cumi dengan rasio 1 : 1 serta ditambahkan vitamin sebanyak 2,5 persen dari jumlah pakan ikannya, dua kali sehari dengan masa pemeliharaan selama satu tahun.

Lobster

lobster
lobster

Lobster merupakan salah satu masakan olahan hasil laut yang memiliki cita rasa tinggi yang dihargai sampai dengan ratusan ribu rupiah per porsinya namun tidak menurunkan minat konsumen untuk menikmati sajian kuliner yang tergolong mewah ini. Bila dibandingkan dengan tingkat permintaan dari para pengusaha restoran seafood, pasokan lobster ini masih kurang sehingga menjadi satu peluang bisnis yang menggiurkan untuk membudidayakan lobster ini. Berikut langkah – langkah penting yang harus diperhatikan dalam membudidayakan lobster dalam hal ini lobster air tawar :

Syarat Hidup Lobster Air Tawar

Pada umumnya, lobster Air Tawar hidup pada parameter air yang cukup lebar dengan oksigen terlarut berada di atas 4 ppm dan suhu 25 – 29 °C yang merupakan suhu ideal untuk ditinggali. Walaupun begitu, lobster air tawar juga mampu menyesuaikan pada jumlah oksigen terlarut yang rendah dan suhu yang panasnya bisa mencapai 35 °C. Namun…. Itu bukanlah kondisi yang baik untuk berkembang biak. Untuk menjaga kadar dari kalsium terlarut tetap tinggi sehingga mendukung proses pembentukan cangkang, lobster air tawar hidup dalam perairan yang pH-nya mempunyai sedikit alkalin yaitu 7 – 9.

Media Hidup Lobster Air Tawar

Media yang sering digunakan dalam pembudidayaan lobster air tawar dibedakan menjadi 2 cara yaitu cara ekstensif dengan meletakkan indukan dalam kolam tersebut pada saat kolam dikeringkan dan cara intensif dengan memberikan asupan makanan dengan beberapa macam sayur-sayuran termasuk di antaranya pemberian pakan komersil.

Proses Pembenihan Lobster Air Tawar

Sebelum melakukan proses ini, hal yang harus diketahui adalah cara membedakan jenis kelamin dari lobster air tawar tersebut di mana cara yang paling gampang adalah memakai teknik visual dari atas.

Untuk mengetahui lobster jantan, dapat diketahui dengan cara melihat secara langsung terhadap capik dari lobster tersebut di mana bagian luar capitnya terdapat bintik-bintik merah yang baru akan muncul ketika berumur 3 – 4 bulan atau ukuran sekitar 3 inch atau 7 cm dan juga merupakan pertanda sudah siap kawin (matang gonad).

Untuk mengetahui lobster betina, dapat diketahui adanya lubang yang terdapat pada pangkal kaki ke 3 dari bawah (ekor) yang merupakan kelamin dari lobster betina tersebut dan tempat di mana telur akan keluar.

Proses Pemilihan Indukan Lobster Air Tawar

Dalam proses ini, pilihlah indukan yang ukurannya di atas 4 inci atau 10 cm dan berumur di atas 5 – 6 bulan karena lobster inilah yang menghasilkan anakan yang cukup banyak jumlahnya.

Akar bahar

akar bahar
akar bahar

Ada juga hasil laut lain, selain ikan, yang mempunyai nilai jual tinggi yaitu akar bahar yang bisa ditemukan di kedalaman laut tertentu dan biasanya sulit untuk mendapatkannya. Akar bahar biasanya dipasarkan saat sudah diolah menjadi aksesoris seperti gelang dan cincin. Harga satu gelang akar bahar mencapai sekitar 250 ribu sampai 450 ribu rupiah karena, mempunyai khasiat untuk menghalau penyakit pada tubuh seseorang.

Selain 7 hasil kekayaan laut indonesia dengan nilai jual tinggi diatas, Indonesia masih memiliki jutaan ragam lainnya yang bisa anda lihat di artikel selanjutnya.

BAGIKAN