Membangun Jiwa Kepemimpinan – Siapa yang tidak ingin jadi seorang pemimpin, hampir rata-rata setiap orang dalam organisasi ingin menjadi seorang pemimpin, tetapi tidak semua orang bisa menjadi pemimpin karena tidak adanya jiwa kepemimpinan.

Seperti apa pemimpin itu?, apakah seorang BOSS besar dapat disebut pemimpin?, belum tentu!. Pemimpin itu pada dasarnya adalah seorang yang dekat dengan anggota organisasinya yang membagi cerita atau pengalaman atau ilmu yang dia dapat tanpa mengutarakan kesombongan. Pemimpin itu adalah seseorang yang diatas tetapi tetap selalu merasa setara dengan orang yang dibawahnya.

Baca Juga


Jiwa kepemimpinan itu tidak selalu ada pada semua orang, tetapi percaya atau tidak jiwa kepemimpinan dapat dibangun

Sebelum kita membahas cara membangun jiwa kepemimpinan (leadershio), kita akan membahas tipe tipe leadership terlebih dahulu :

Posisitonal Leadership

Kepemimpinan ini timbul ketika seorang pemimpin memiliki posisi yang diatas orang disekitarnya, ia diharga karena seorang leader, bagus jika orang tersebut memiliki sisi leadership maka akan timbul Personal leadership. tapi yang jadi masalah jika pemimpin ini tidak memiliki jiwa leadership dan hanya menjadi bos maka selamanya ia hanya akan ada pada tahap posisitional leadership dan tidak bisa beranjak. Jika ia tidak lagi ada pada posisi itu maka respect dari orang sekitarnya pun berangsung-angsungr mulai menghilang

 

Personal Leadership

Pada tahap kepemimpinan ini orang memiliki sisi leadership meskipun dia bukan seorang leader. Kepemimpinan ada pada dia secara pribadi dan sosok meskipun dia bukan siapa- siapa. Personal leadership timbul ketika dia sudah dapat mempengaruhi orang lain dan dihargai orang lain atas apa yang dia perbuat pada dirinya.

Nah, setelah kita mengenal kepemimpinan ini baru kita bisa beranjak memanfaatkan peluang yang ada. Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut. Bersiaplah pada diri anda untuk menerapkan ini karena ini akan mempengaruhi posisi anda pada organisasi anda. Karena yang setelah ini akan dibahas adalah bagaimana menjadi pemimpin untuk orang yang ada di bawah kita, menjadi pemimpin untuk orang yang setara dengan kita, dan paling terakhir menjadi pemimpin orang yang ada di atas kita. Tertarik ? Ayo kita bahas 3 tingkatan mempengaruhi kepemimpinan ini.

 

Leading Down (5% Kemampuan)

Mempengaruhi bagian yang ada dibawah kita dalam sebuah organisasi atau perusahaan adalah hal yang paling mudah dilakukan. Karena posisi dia sudah dibawah jadi mungkin dia menghargai kita karena terpaksa atau merasa diriny lebih rendah dari kita. Jadi kita hanya membutuhkan 5% kemampuan dari diri kita dan memimpin kebawah tidaklah sulit untuk dilakukan.

 

Leading Laterall (20% Kemampuan)

Memimpin orang yang sejajar dengan kita dan memepngaruhi orang yang sejajar dengan kita membutuhkan 20% kemampuan kita agar bisa mempengaruhi dan memimpin mereka. Contoh sejajar tuh gimana? contohnya teman seangkatan, teman sekelas. Memimpin orang yang sejajar dengan kita juga tidak sesulit yang akan kita bahas selanjutnya. Karena memimpin sejajar dengan kita, kita hanya membutuhkan pengetahuan dan pandangan lebih luas dari mereka.

 

Leading Up (25% Kemampuan)

Memimpin orang yang ada diatas kita adalah kepemimpinan yang membutuhkan 25% kemampuan kita. Cara ini bisa dibangun dengan cara seperti ini :

  1. Lakukan pekerjaan dan tugas yang diberikan dengan sebaik mungkin.
  2. Bangun hubungan yang baik dengan mereka yang diatas (Dont hate them/take distance) bagaimana mau mempengaruhi mereka kalau sibuk menghakimi mereka. sehingga mereka tidak malu nnya untuk nnya pendapatmu bagaimana
  3. Temukan cara dan waktu yang tepat untuk berkomunikasi (jalan bareng mereka, kalau mereka lagi happy lempar semua ide dan kita bisa mempengaruhi dia)
  4. Let them know what you want (Bukan memaksakan)

Loh semua ditotal baru 50% kemampuan, dimana 50% nya lagi ? Nah ini adalah tingakatan kememimpinan paling sulit.

 

Leading Self (50% Kemampuan)

Lupakan semua tingkatan kepemimpinan tadi jika kita tidak dapat melewati kepemiminan ini. Jika kita tidak bisa memimpin diri kita sendiri. Contohnya suruh orang lain disiplin tapi sendirinya tidak disiplin. Tidak mungkin memimpin orang jika dirinya tidak dapat mimpin dirinya sendiri. Membangun self leadership mengakibatkan self confidance. and become original. Menjadi pemimpin yang original dan tidak mengiru orang lain. Orang yangdapat memimpin dirinya sendiri adalah orang yang secure sedangkan memimpin dengan menintimidasi adalah tipe orang yang takut akan diambil jabatannya dan tidak lagi menjadi pengaruh untuk orang lain. Pemimin yang benar tidak mengukur suksesnya dengan orang lain tapi mengukur kesuksesannya dengan tujuannya sendiri dan visinya sendiri.

 

Most leader get their security with insecurity of other. Banyak pemimpin dapat aman dari rasa tidak aman orang lain. Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang tidak memerhatikan dirinya sendiri tapi memimpin dengan memperhatikan yang dipimpin dan memilih menjadi satu sama lain menang atau sama sama hancur.

 

Itu Adalah Tipe-Tipe Jiwa Kepemimpinan, Sekarang Kita Akan Membahas Tetang Apa Saja Dasar Untuk Membangun Jiwa Kepemimpinan

Secara konseptual, pemimpin dilihat sebagai kata kunci yang menempati posisi krusial dalam sebuah organisasi. Sebuah organisasi takkan berjalan tanpa pemimpin, yang mendaulat orang-orang untuk bekerja dalam sebuah tim dan memberi kesempatan bagi mereka untuk berkembang.

Secara konseptual, pemimpin adalah pembentuk visi, di mana ia dibantu oleh orang-orang di sekitarnya untuk mengejawantahkan visinya itu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelumnya. Lalu, apakah leadership itu?

Sebelum berbicara tentang karakter kunci seorang pemimpin, harus diketahui lebih dulu tentang apakah itu leadership.

Secara sederhana, leadership diartikan sebagai berikut :
1) Orang yang mampu merumuskan, mewujudkan, dan menerjemahkan visi tim. Ia juga harus bisa memberikan kesempatan bagi setiap anggota tim untuk bersama-sama meraih tujuan.

2) Leadsership adalah juga state of mind. Ini adalah soal bagaimana seorang pemimpin memiliki visi, semangat, dan karakter untuk menyatukan berbagai macam individu dalam satu tim, dan bagaimana seorang pemimpin mengorganisasikan orang-orang.

Dari pemahaman di atas, tampak bahwa pemimpin adalah pucuk. Ia bekerja untuk orang-orang, sementara ia juga adalah orang memiliki kemampuan lebih untuk menuntun orang dalam sebuah tim untuk berkembang.

Karena itulah, ada beberapa karakter yang mesti dimiliki seorang pemimpin, karena rupanya ia bukan sekedar “manusia biasa”.

Karakter-karakter tersebut meliputi:

• Drive
Ini adalah soal bagaimana seorang pemimpin memiliki dorongan untuk bertindak dan kemudian berusaha mencapai hasil yang diinginkan. Pemimpin juga mesti mampu menginspirasi anggotanya untuk bertindak sesuai dengan tujuan yang telah disusun.

• Desire to lead
Ya, pemimpin adalah orang yang punya keinginan kuat untuk mempengaruhi orang lain, dan mau memipin mereka. Pemimpin juga harus memiliki karakteristik sebagai pemikul tanggung jawab.

• Integrity
Seorang pemimpin adalah orang yang mampu menunjukkan integritas moral. Ia menjadi teladan dan memiliki moral yang sangat kokoh.

• Self Confidence
Rasa percaya diri yang kuat juga adalah sebuah karakter yang harus dimiliki oleh pemimpin. Ia juga harus mampu menularkan rasa percaya diri kepada anak buahnya.

• Intelligence
Seorang pemimpin mesti memiliki karakteristik utama, yakni kecerdasan untuk mengolah beragam informasi dan menganalisanya. Kemampuan seperti ini akan membantunya mengambil keputusan dengan tepat.

• Job-relevant Knowledge
Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang relevan dengan bidang yang digelutinya.
Memperhatikan poin-poin di atas, rasanya tidak mudah untuk menjadi pemimpin.

Namun pada intinya, ini adalah soal bagaimana membentuk karakter kepemimpinan yang baik dan berkualitas, supaya apa yang dipimpinnya, dan orang-orang yang bekerja bersamanya mampu bersatu mencapai hasil yang diinginkan.

Dan pemimpin merupakan orang yang bisa diandalkan dalam sebuah tim. Tanpa karakter-karakter yang telah disebut di atas, seorang pemimpin tidak pantas disebut sebagai pemimpin atau organisator.

 

Sumber : http://blog.freddyferdinand.com, http://www.rajapresentasi.com

BAGIKAN